Pura di Tanah Wali (Kontribusi Riil Toleransi Islam Indonesia Bagi Peradaban Dunia)

  • Muhammad Fahmi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
Keywords: Pura, Tanah Wali, dan Toleransi Islam

Abstract

Kajian ini mendeskripsikan keberadaan pura di tanah wali. Pura merupakan tempat peribadatan umat Hindu, sementara tanah wali yang dimaksud di sini adalah Kabupaten Gresik, dimana di daerah ini terdapat makam para wali, terutama dua wali dari wali songo (Sunan Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri). Dua wali ini telah menjadikan masyarakat Gresik religius Islami. Di tanah wali ini, tepatnya di Desa Mondoluku Wringinanom, terdapat Pura yang eksistensinya terawat dengan baik, bahkan cenderung meningkat keberadaannya baik bangunan fisik maupun aktivitas di dalamnya. Lokasi pura ini berada di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas beragama Islam. Masyarakat Mondoluku, 98 persen beragama Islam dan hanya 2 persen beragama Hindu. Meski demikian, aktivitas peribadatan di Pura tersebut selalu berjalan dengan lancar. Hal ini membuktikan bahwa umat Islam Indonesia menunjukkan sikap yang toleran terhadap keberadaan umat lain. Ajaran Islam yang dibawa para wali memang toleran, tidak suka kekerasan, dan rahmatan lil alamin. Ini secara nyata terjadi di Indonesia, termasuk di Mondoluku dengan eksistensi pura di tanah wali tersebut. Fakta ini menjadi kontribusi riil toleransi Islam Indonesia bagi peradaban global.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Muhammad Fahmi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

References

A. A. Engineer, “On Religious and Intercultural Dialogue,” dalam http./www.global.net.com (Diakses pada 01 Maret 2016). Hasan Hanafi, Islam in The Modern World: Tradition, Revolution and Culture Vol.II (Kairo: Dar Keba Bookshop, 2000).

Akhiruddin Mahjuddin, Dampak Konflik terhadap Perkembangan Ekonomi dan Tingkat Kesejahteraan Rakyat (Jakarta: Universitas Indonesia, 2012).

Ali Maksum, Pluralisme dan Multikulturalisme: Paradigma Baru Pendidikan Agama Islam di Indonesia (Malang: Aditya Media Publishing, 2011).

Alwi Shihab, Islam Inklusif: Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama (Bandung: Mizan, 1997).

Balai Desa Mondoluku, Profil Desa Mondoluku, Tahun 2012.

Donna M. Gollich dan Philip C. Chinn, Multicultural Education in a Pluralistic Society (New Jersey: Pearson Education Inc., 2002).

H. Sayid Husein Al-Murtadho, dkk., Keteladanan dan Perjuangan Wali Songo dalam Menyiarkan Islam di Tanah Jawa (Bandung: CV Pustaka Setia, 1999).

http://www.martechindo.com/panorama.html (Diakses pada 26 Juli 2016).

https://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Gresik (Diakses pada 26 Juli 2016).

https://puramedangkamulan.wordpress.com/sekilas-pura/ (Diakses pada 26 Juli 2016).

Ibnu Qayyim al-Jauziy, Ahkam Ahli Dzimmah, Juz. 3, Ed. Muhammad bin Abi Bakr Ayub al-Zar’i Abu ‘Abdullah (Beirut: al-Dimam, Cet. 1, 1997).

Istiqomah (Aktivis Sosial di Mondoluku), Wawancara pada 15 Mei 2016.

Kuntowijoyo, Paradigma Islam Interpretasi untuk Aksi (Bandung: Mizan, 1998).

Komarudin Hidayat “Agama-agama Besar Dunia: Masalah Perkembangan dan Interelasi” dalam Komarudin Hidayat dan Ahmad Gaus AF (editor), Passing Over Melintasi Batas Agama (Jakarta: Gramedia, 1999).

Kompas, Jejak Para Wali dan Ziarah Spiritual (Jakarta: Penerbit Buku Kompas, Desember 2006).

Moh. Hasyim Munif, Pioner & Pendekar Syiar Islam Tanah Jawa (Gresik: Yayasan Abdi Putra Al-Munthasimi, 1995).

Muhammad bin Jarir al-Thabari Abu Ja’far, Tarikh al-Umam wa al-Mulk, Juz: 2 (Beirut: Daar al-Kutub al-Ilmiyah, 1407 H).

Ryandi, “Antara Pluralisme Liberal dan Toleransi Islam”, Jurnal Kalimah, Vol. 11, No. 2 (September 2013).

Solichin Salam, Sekitar Walisanga (Kudus: Menara Kudus, 1960).

Syafa'atun Elmirzana, “Pluralisme, Konflik dan Dialog (Analisa dan Refleksi)”, Esensia, 2. (Januari, 2001).

Timbul (Tokoh Hundi Desa Mondoluku), Wawancara pada 15 Mei 2016.

Uka Tjandrasasmita (Ed.), Sejarah Nasional Indonesia III (Jakarta: PN Balai Pustaka, 1984).

Umar Hasyim, Riwayat Maulana Malik Ibrahim (Kudus: Menara Kudus, 1981).

W.P. Groeneveldt, Historical Notes on Indonesia and Malaya Compiled from Chinese Sources (Jakarta: Bhratara, 1960).

Yusuf al-Qardhawi, Ghair al-Muslimin fi al-Mujtama’ al-Islami, 8-11 (Diakses dari www. Al.Mostafa.com, pada 26 Juli 2016).

Published
2018-04-22
How to Cite
Fahmi, M. (2018). Pura di Tanah Wali (Kontribusi Riil Toleransi Islam Indonesia Bagi Peradaban Dunia). Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, (Series 1), 287-297. Retrieved from http://proceedings.kopertais4.or.id/index.php/ancoms/article/view/131