Kontribusi Pemikiran Ekonomi Syari?Ah di Abad Ke 5-11 M dalam Aktivitas Perekonomian di Indonesia

  • M. Zikwan Universitas Ibrahimy Situbondo

Abstract

Abstraksi Maraknya pembahasan ekonomi syari???ah merupakan hal yang harus terjadi terutama bagi negara yang penduduk muslimnya lebih banyak ketimbang dari negara yang minoritas muslim. hal ini terjadi karena ekonomi syari???ah telah memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan dan perubuhan ekonomi ummat. Namun, berbicara tentang ekonomi syari???ah tidaklah terlepas dari sejarah dimana ekonomi syari???ah itu dibangun. Sejarah telah menorehkan tintanya, bahwa pemikiran ekonomi syari???ah kontemporer tidak terlepas dari kontribusi pemikiran para cendikiawan muslim di abad ke 5 sampai abad ke 11 Masehi. Fase ini dikenal dengan penetapan dasar-dasar ekonomi Islam yang dirintis oleh para fuqaha disertai tokoh Sufi sekaligus Filusuf. Pemikiran ekonomi yang berlandaskan fikih mendiskusikan penomena ekonomi dengan mengeksplorasi konsep maslahah dan Mafsadat. Sebagaian sumbangsih pemikiran tersebut telah diadopsi dan diterapkan di Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini. seperti pembangunan badan pengelola zakat, pengawasan terhadap penjualan produk dan lain sebagainya. penerapan ekonomi Islam seringkali hadir dalam wujud lembaga keuangan seperti berkembangnya lembaga keuangan syari???ah baik dalam bentuk perbankan atau sejenisnya. Pemikiran para cendikiawan masa lalu telah memberikan kontribusi bagi ekonom modern saat ini, dimana sebagian negara mayoritas penduduk muslim lebih memilih ekonomi syari???ah sebagai sistem ekonomi negaranya Abstraction The rise of Shari`ah economic discussion is something that has to happen especially for a country with a more Muslim population than a Muslim minority country. this happens because the shari`ah economy has given the biggest contribution to the improvement and economic growth of the Ummah. However, talking about sharia economics is inseparable from the history in which the shariah economy was built. History has incised its ink, that contemporary sharia economic thought is inseparable from the contribution of the thoughts of Muslim scholars in the 5th to the 11th centuries AD. This phase is known as establishing the foundations of Islamic economics, which was initiated by the jurists accompanied by Sufi figures as well as philosophers. Economic thinking based on fiqh discusses economic phenomenon by exploring the concepts of maslahah and Mafsa. Part of this thought contribution has been adopted and applied in the Republic of Indonesia today. such as the construction of zakat management bodies, supervision of product sales and so on. The application of Islamic economics is often present in the form of financial institutions such as the development of Islamic financial institutions in the form of banking or the like. The minds of scholars in the past have contributed to modern economists today, where most Muslim-majority countries prefer sharia economics as their country`s economic system

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

M. Zikwan, Universitas Ibrahimy Situbondo
https://scholar.google.co.id/citations?user=NuY6MOAAAAAJ&hl=id
Published
2019-11-26
How to Cite
Zikwan, M. (2019). Kontribusi Pemikiran Ekonomi Syari?Ah di Abad Ke 5-11 M dalam Aktivitas Perekonomian di Indonesia. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 3(1). Retrieved from http://proceedings.kopertais4.or.id/index.php/ancoms/article/view/303