Pancasila Perspektif Mohammad Hatta Sebagai Dasar Pendidikan Islam di Indonesia

  • Ahmad Syauqi Fuady STIT MUHAMMADIYAH BOJONEGORO

Abstract

ABSTRACT This article aims to find out how Mohammad Hatta`s interpretation of Pancasila is. And how these values become the basis of the implementation of Islamic education in Indonesia. Mohammad Hatta was a Muslim nationalist who was involved in the birth of Pancasila. The Islamic style of Mohammad Hatta is oriented towards substance rather than formality and symbols such as salt rather than lipstick. As a devout Muslim and nationalist, his interpretation of Pancasila was accepted by different political groups. Pancasila, according to Hatta, contains two main fundamentals, namely the moral fundamentals of religious ethics (1st principle) and political fundamentals (2nd to 5th precepts). The Precepts of Godhead become the basis for leading the other precepts. The existence of the One Precepts of Godhead as the first precepts causes the five precepts to bind to each other and creates a harmonious pair between the five precepts in Pancasila. Pancasila for Mohammad Hatta is a guideline for realizing happiness, prosperity, peace and independence in a perfectly sovereign Indonesian society and legal state. The practice of implementing Islamic Education in Indonesia should make these four things as things that need to be realized. The basic values of the Pancasila perspective of Mohammad Hatta to be used as the basis for the implementation of Islamic education in Indonesia: Divine values, human values, unity values, social values, and justice values. Keywords: Pancasila, Mohammad Hatta, Principal, Islamic Education. ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tafsir Mohammad Hatta terhadap Pancasila. Serta bagaimana nilai-nilai tersebut menjadi dasar dari pelaksanaan pendidikan Islam di Indonesia. Mohammad Hatta adalah seorang nasionalis muslim yang terlibat dalam kelahiran Pancasila. Corak keislaman Mohammad Hatta berorientasi substansi bukan formalitas dan simbol seperti garam bukan gincu. Sebagai seorang muslim taat sekaligus seorang nasionalis, penafsirannya terhadap Pancasila diterima oleh kelompok-kelompok politik yang berbeda. Pancasila, menurut Hatta, memuat dua fundamen pokok, yakni fundamen moral etika agama (sila ke-1) dan fundamen politik (sila ke-2 sampai sila ke-5). Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi dasar yang memimpin sila-sila yang lain. Keberadaan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama menyebabkan kelima sila saling ikat-mengikat dan menimbulkan pasangan yang harmonis antara kelima sila dalam Pancasila. Pancasila bagi Mohammad Hatta adalah pegangan untuk mewujudkan kebahagiaan, kesejahteraan, perdamaian, dan kemerdekaan dalam masyarakat dan negara hukum Indonesia Merdeka berdaulat sempurna. Praktik pelaksanaan Pendidikan Islam di Indonesia hendaknya menjadikan keempat hal tersebut sebagai hal yang perlu diwujudkan. Nilai-nilai dasar Pancasila perspektif Mohammad Hatta untuk dijadikan sebagai dasar pelaksanaan pendidikan Islam di Indonesia: Nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Kata Kunci: Pancasila, Mohammad Hatta, Dasar, Pendidikan Islam.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Ahmad Syauqi Fuady, STIT MUHAMMADIYAH BOJONEGORO
https://scholar.google.com/citations?user=30qWXDMAAAAJ&hl=en
Published
2019-11-26
How to Cite
Fuady, A. (2019). Pancasila Perspektif Mohammad Hatta Sebagai Dasar Pendidikan Islam di Indonesia. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 3(1). Retrieved from http://proceedings.kopertais4.or.id/index.php/ancoms/article/view/286