Arah Baru Pendidikan Islam Pasca Uu Pesantren

  • Suheri Suheri STAI At Taqwa BOndowoso
  • Yeni Tri Nurrahmawati STAI At Taqwa BOndowoso

Abstract

The concept of Islamic education must be oriented to become a guide in developing the potential of faith in wading through the increasingly complex modernity of life. The existence of Islamic education in Law No. 4 of 1950 which has not been approved by the government so that nothing should be taken for religious studies in schools, then begins with "shy" by the government trying to change the law. 2 years 2989, then the existence of Islamic education began "overtly" by the government in the Act. No. 20 of 2003 both institutions, materials and culture. With the presence of the Pesantren Law, it has become a strong indicator in Islamic Education in Indonesia becoming increasingly entrenched in the education and government system. While the 1945 Constitution mandates the government to implement a national education system that enhances faith and devotion to God Almighty and noble character in order to educate the nation`s life. Therefore, Islamic education which is getting stronger and has not been achieved (UU No. 4/1950), has become popular as "shy" (UU No. 2/1989), so that it is increasingly blatant (UU No. 20 / 2003) even exceed completely (UU. Pesantren). The presence of the pesantren law reflects the government`s statement of its recognition of the core of Islamic education. However, challenges for pesantren education must be formulated in order to encourage progress in the field of national spiritual and intellectual education. Keywords: Law, Islamic Education, Opportunities and Challenges of Islamic Education Abstrak Konsep pendidikan Islam harus diorientasikan untuk menjadi pedoman dalam mengembangkan potensi keimanan dalam mengarungi modernitas kehidupan yang kian kompleks. Eksistensi pendidikan Islam tercermin dalam UU No 4 tahun 1950 yang belum diakui pemerintah sehingga belum ada kewajiban untuk mengikuti pelajaran agama di sekolah, kemudian mulai diakui dengan ???malu-malu??? oleh pemerintah sebagaimana tercermin dalam UU. No. 2 tahun 2989, kemudian eksistensi pendidikan Islam diakui ???terang-terangan??? oleh pemerintah dalam UU. No. 20 tahun 2003 baik institusi, materi maupun kultur. Dengan Hadirnya UU Pesantren menjadi indikator kuat keberadaan Pendidikan Islam di Indonesia kian mengakar kuat dalam sistem pendidikan dan pemerintahan. Padahal UUD 1945 mengamanatkan kepada pemerintah untuk menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu posisi pendidikan Islam yang kian kuat dengan dari belum diakui (UU. No. 4/1950), menjadi diakui meskipun ???malu-malu??? (UU. No. 2/1989), hingga diakui terang-terangan (UU. NO. 20/2003) bahkan diakui sepenuhnya (UU. Pesantren). Kehadiran UU pesantren telah mencerminkan deklarasi pemerintah atas pengakuannya terhadap inti pendidikan Islam. Namun tantangannya konsep pendidikan pesantren harus dirumuskan agar lulusannya mampu berkontribusi dalam meningkatkan pendidikan spritual dan intelektual bangsa ditengah tantangan arus industri 4.0. Kata kunci : Undang-Undang, Pendidikan Islam, Peluang dan tantangan Pendidikan Islam

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Suheri Suheri, STAI At Taqwa BOndowoso
https://scholar.google.co.id/citations?user=VpADrVYAAAAJ&hl=id&authuser=1
Published
2019-11-26
How to Cite
Suheri, S., & Nurrahmawati, Y. (2019). Arah Baru Pendidikan Islam Pasca Uu Pesantren. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 3(1). Retrieved from http://proceedings.kopertais4.or.id/index.php/ancoms/article/view/280