Digitalisasi Pendidikan Pesantren ( Paradigma dan Tantangan dalam Menjaga Kultur Pesantren )

  • Miftachul Ulum Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan
  • Abdul Mun`im Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Abstract

The independence of pesantren has been trested both in the management of education and in physical development. The pesantren comes in a unique character and is able to harmonize with current developments. Fast information services that are connected with cyberspace cannot be dammed so that changes in people`s mindset can also experience a shift. The presence of modern pesantren is one form of responding to the development of the pesantren education system in the digital era which adopts the concept of virtual education. Problems and challenges in the digital era can trigger changes in attitudes and behavior for every human being is no exception for students who live in pesantren. Kemandirian pesantren telah teruji baik dalam pengelolaan pendidikan maupun dalam pembangunan fisik. Pesantren hadir dalam suatu karakter yang unik dan mampu menyelaraskan dengan perkembangan saat ini. Layanan informasi yang cepat yang terkoneksi dengan dunia maya tidak dapat dibendung sehingga perubahan pola pikir masyarakat juga dapat mengalami pergeseran. Kehadiran pesantren modern salah satu bentuk merespon pengembangan sistem pendidikan pesantren pada era digital yang mengadopsi dari konsep pendidikan virtual. Permasalahan dan tantangan di era digital dapat memicu perubahan sikap dan perilaku bagi setiap orang manusia tidak terkecuali bagi santri yang bermukim dipesantren.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Miftachul Ulum, Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan
https://scholar.google.co.id/citations?user=VjsqOugAAAAJ&hl=id
Published
2019-11-26
How to Cite
Ulum, M., & Mun`imA. (2019). Digitalisasi Pendidikan Pesantren ( Paradigma dan Tantangan dalam Menjaga Kultur Pesantren ). Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 3(1). Retrieved from http://proceedings.kopertais4.or.id/index.php/ancoms/article/view/279