Radikalisme Islam dan Moderatisme Islam di Sekolah Menengah (Kontestasi Ideologi, Aktor dan Jejaring Sosial)

  • M. Kholid Thohiri STAI Diponegoro Tulungagung

Abstract

Abstract One form of the spread of the idea of Islamic radicalism is through educational institutions of secondary school . This happened at SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung dan SMK Negeri 1 Bandung Tulungagung. The model of Islamic radicalism that developed in the two schools is the salafi-wahabi radical, takfiri radical, jihadist radical and political radical. The ideology of Islamic radicalism is spread through actors and social networks, namely non-Islamic education teachers, radical groups outside the school, and alumni They spread Islamic radicalism through the process of teaching and learning activities in the classroom and outside the classroom, religious activities in school mosques, alumni meetings and through social media. And the response and resistance of Islamic moderate groups in schools through restrictions, supervision and counter-ideological movements of Islamic radicalism with an understanding of moderate and tolerant Islam. Efforts to spread moderate understanding of Islam are carried out through the principal`s policy, the role of PAI and non-PAI teachers, in various forms of activities and curriculum both in the classroom and outside the classroom, self-development activities and extra-curricular students who mainstream Islamic understanding in a moderate and multicultural perspective. Keywords : Islamic radicalism, Islamic moderateism, ideological contestation Abstrak Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, memiliki karakter moderat, ramah, damai dan toleran. Namun, upaya dan ancaman radikalisme Islam sangat masif. Salah satu bentuk penyebaran ide radikalisme Islam yaitu melalui lembaga pendidikan sekolah menengah. Hal ini terjadi di SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung dan SMK Negeri 1 Bandung Tulungagung. Model radikalisme Islam yang berkembang di dua sekolah tersebut yaitu radikal salafi-wahabi, radikal takfiri, radikal jihadis dan radikal politik. Ideologi radikalisme Islam disebarkan melalui aktor dan jejaring sosial yaitu guru non PAI, kelompok radikal luar sekolah, dan alumni. Mereka menyebarkan radikalisme Islam melalui proses kegiatan belajar mengajar di kelas dan di luar kelas, kegiatan keagamaan di Masjid sekolah, pertemuan alumni dan melalui media sosial. Sedangkan respon dan Perlawanan kelompok moderatisme Islam di sekolah melalui pembatasan, pengawasan dan gerakan kontra ideologi radikalisme Islam dengan pemahaman Islam moderat dan toleran. Upaya penyebaran pemahaman moderat Islam dilakukan melalui kebijakan kepala sekolah, peran guru PAI dan non PAI, dalam berbagai bentuk kegiatan dan kurikulum baik di dalam kelas maupun di luar kelas, kegiatan pengembangan diri dan ekstra kurikuler siswa yang mengarusutamakan pemahaman Islam yang moderat dan berwawasan multikultural. Kata kunci : radikalisme Islam, moderatisme Islam, kontestasi ideologi

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

M. Kholid Thohiri, STAI Diponegoro Tulungagung
https://scholar.google.co.id/citations?user=bnhjIO8AAAAJ&hl=id
Published
2019-11-26
How to Cite
Thohiri, M. (2019). Radikalisme Islam dan Moderatisme Islam di Sekolah Menengah (Kontestasi Ideologi, Aktor dan Jejaring Sosial). Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 3(1). Retrieved from http://proceedings.kopertais4.or.id/index.php/ancoms/article/view/273