Potret Pembelajaran Pai dan Budi Pekerti pada Sekolah Menengah Umum di Bumi Minoritas

  • Rusmayani Rusmayani STAI DENPASAR BALI

Abstract

Muslim merupakan minoritas terbesar di pulau Bali, hal ini dilihat dari banyaknya siswa muslim yang bersekolah di sekolah umum. Namun banyaknya siswa muslim ini berbanding terbalik dengan ketersediaan guru PAI dan Budi Pekerti. Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di sekolah umum menyimpan berbagai macam problematika termasuk SMP N8, SMP PGRI 2, SMP dan SMA Dharma Praja Badung, SMP Kristen Harapan Sesetan, dan SMA NI Gianyar merupakan sekolah menengah umum yang memiliki permasalahan serupa, dimulai dari jam pembelajaran yang tidak efektif dalam pelaksanaan pembelajaran PAI, ruang kelas yang tidak permanen, tidak tersedianya alat peraga PAI, masalah waktu sholat jumat yang masih ada jam pelajaran, rasio mengajar guru dengan siswa yang tidak wajar, bahkan ada beberapa sekolah yang tidak memiliki guru PAI. Hal ini cukup memprihatinkan karena hak siswa muslim untuk mendapatkan pelayanan pembelajaran PAI belum diperoleh secara maksimal disamping itu rentan masuknya paham radikal terhadap anak usia sekolah jika pelajaran PAI dan Budi Pekerti diajar oleh orang yang bukan bidangnya. Tantangan yang ada dalam mengoptimalkan pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di sekolah umum harus diatasi dengan peluang-peluang yang ada guna memperoleh lulusan yang mumpuni dan berakhlak mulia

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Rusmayani Rusmayani, STAI DENPASAR BALI
https://scholar.google.co.id/citations?user=67iwyoYAAAAJ&hl=id
Published
2019-11-26
How to Cite
Rusmayani, R. (2019). Potret Pembelajaran Pai dan Budi Pekerti pada Sekolah Menengah Umum di Bumi Minoritas. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 3(1). Retrieved from http://proceedings.kopertais4.or.id/index.php/ancoms/article/view/268