Bahasa dan Narasi Politik Kreatif; Kontestasi Merebut Kebenaran Islam dalam Demokrasi Digital 2019 di Indonesia

  • Wahyu Hanafi Putra Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo
  • Dawam M. Rohmatulloh Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Abstract

Abstrak; Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahasa dan narasi politik kreatif yang dikontestasikan guna merebut kebenaran Islam dalam demokrasi elektoral-digital tahun 2019 di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Data dan sumber data penelitian yang digunakan adalah penelitian-penelitian mutakhir dalam siklus tiga tahun terkait politik identitas, dan politisasi agama. Orwell (1950) memandang bahwa bahasa bisa digunakan untuk mempengaruhi dan mengubah ideologi politik dan mengubah cara berpikir orang lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebenaran politik menjelang pesta demokrasi elektoral 2019 di Indonesia diwarnai dengan populisme agama yang diviralkan dalam media sosial seperti flayer, meme, tagar (hastag), dan akun-akun yang berafiliasi Muslim Cyber Army (MCI). Adanya akun media sosial dengan narasi bahasa kreatif tersebut telah mengubah persepsi dan ideologi masyarakat yang berdampak pada perilaku destruktif, rasis, anarkis, dan intoleransi dalam merebut kebenaran Islam dalam kontestasi politik. Kata Kunci; Bahasa, Politik, Agama Abstract; This study aims to describe the language and narrative of creative politics that are contested in order to seize the truth of Islam in the 2019 electoral-digital democracy in Indonesia. The research method used is descriptive-qualitative. The data and sources of research data used are the latest research in a three-year cycle related to identity politics and the politicization of religion. Orwell (1950) considers that language can be used to influence and change political ideology and change the way of thinking of others. The results of this study indicate that the political correctness leading up to the 2019 electoral democracy party in Indonesia is characterized by religious populism that is publicized on social media such as flayers, memes, hashtags, and Muslim Cyber Army (MCI) affiliated accounts. The existence of social media accounts with creative language narratives has changed people`s perceptions and ideologies that have an impact on destructive behavior, racism, anarchism, and intolerance in seizing the truth of Islam in political contestation. Keywords; Language, Politics, Religion

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Wahyu Hanafi Putra, Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo
https://scholar.google.com/citations?user=xmD3M4UAAAAJ&hl=en&authuser=1
Published
2019-11-26
How to Cite
Putra, W., & Rohmatulloh, D. (2019). Bahasa dan Narasi Politik Kreatif; Kontestasi Merebut Kebenaran Islam dalam Demokrasi Digital 2019 di Indonesia. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 3(1). Retrieved from http://proceedings.kopertais4.or.id/index.php/ancoms/article/view/242