Pendidikan Multikultural pada Mata Kuliah Konsep Dasar Ips Sebagai Upaya Pencegahan Sikap Radikalisme Mahasiswa Tadris Ips Iain Ponorogo

  • Risma Dwi Arisona Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Abstract

Abstrak: Pendidikan multikultural merupakan model pendidikan yang mengajarkan dan menanamkan ideologi yang memahami, menghormati, dan menghargai harkat dan martabat manusia tanpa melihat seseorang dari aspek suku, agama, ras, budaya, etnis, bahasa, dan ekonomi, sehingga tertanam karakter dan kesadaran akan hidup bersama secara damai walaupun dalam berbagai keanekaragaman. Tujuan Penelitian ini: (1) mendeskripsikan pendidikan multikultural pada mata kuliah konsep dasar IPS yang diterapkan di Prodi Tadris IPS IAIN Ponorogo, (2) menganalisis nilai-nilai pendidikan multikultural, dan (3) menganalisi faktor pendukung dan penghambat pendidikan multikultural dalam mencegah sikap radikalisme mahasiswa Tadris IPS IAIN Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) pendidikan multikultural pada mata kuliah konsep dasar IPS dapat dilihat secara keseluruhan pada RPS mata kuliah. (2) Nilai-nilai pendidikan multikultural yang terkandung, antara lain: menghargai pluralisme, demokrasi, humanisme, dan resolusi konflik. (3) faktor pendukung pendidikan multikutural, antara lain: kesesuaian visi-misi Program Studi Tadris IPS dengan pendidikan multikultural dan adanya kebijakan untuk mengaitkan keilmuan dengan keislaman, sehingga tidak menimbulkan pemahaman radikalisme. Faktor penghambat adalah pemikiran mahasiswa yang masih kurang terbuka terhadap perbedaan. Kata kunci: pendidikan, multikutural, radikalisme Abstract: Multicultural education is an educational model that teaches and instills an ideology that understands, respects, and values human dignity and respect without looking at someone from ethnic, religious, racial, cultural, ethnic, linguistic, and economic aspects, so that character and awareness of living together are embedded peace despite diversity. The Objectives of this Research: (1) to describe multicultural education in social science basic concepts courses that are applied in Social Sciences Study Program IAIN Ponorogo, (2) analyze multicultural educational values, and (3) analyze the factors supporting and inhibiting multicultural education in preventing student radicalism attitudes Tadris IPS IAIN Ponorogo. The research method used is descriptive qualitative. The results of the study show the following: (1) Multicultural education in the basic concept of social studies courses can be seen as a whole in the RPS of the subjects. (2) The values of multicultural education contained, among others: respect for pluralism, democracy, humanism, and conflict resolution. (3) supporting factors for multicultural education, among others: the suitability of the vision and mission of the Tadris IPS Study Program with multicultural education and the existence of policies to link scholarship with Islam, so that it does not lead to an understanding of radicalism. The inhibiting factor is the thinking of students who are still less open to differences. Keywords: education, multicultural, radicalism

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Risma Dwi Arisona, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
https://scholar.google.co.id/citations?user=OnC-3M8AAAAJ&hl=id

References

Abdallah, “Radikalisme dan Quo Vadis Pendidikan agama” dalam www.mediaindonesia.com/28 Mei 2018/diakses 1 Februari 2019.

Abdullah Fadjar dkk, Laporan Penelitian Islam Kampus, (Jakarta: Ditjen Dikti Depdiknas, 2007), 35.

Akbar, Wishnugroho, “BNPT: Kelompok Radikal Bergerak di Sejumlah Kampus Ternama”dalam www.cnnindonesia. com/3 September 2016/diakses 1 Februari 2019.

BBC Indonesia, “Serangan bom di tiga gereja Surabaya: Pelaku bom bunuh diri 'perempuan yang membawa dua anak”, dalam www.bbc.com/13 Mei 2018/1 Februari 2019.

C. Mahfud, Pendidikan Multikultural, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009),8.

Indriyani Ma’rifah, “Rekonstruksi Pendidikan Agama Islam: Sebuah Upaya Membangun Kesadaran Multikultural untuk Mereduksi Terorisme dan Radikalisme Islam,” Conference Proceedings Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) XII, (IAIN Sunan Ampel Surabaya 5-8 November 2012), 227.

Muhammad AS Hikam, Pendidikan Multikultural dalam Rangka Memperkuat Kewaspadaan Nasional menghadapi Ancaman Radikalisme Indonesia, Global: Jurnal Politik Internasional, Vol.17 No 1 (Mei 2015), 4.

N Naim, & Achmad. S, Pendidikan Multikultural: Konsep dan Aplikasinya, ( Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2008),125.

Nur Wahyu Etikasari, ̳Persepsi Mahasiswa Program Studi S1 PPKn Universitas Negeri Surabaya Terhadap Wacana Intoleransi Di Media Sosial‘, Kajian Moral dan Kewarganegaraan, no. 01 (25 January2018),http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikankewarganegaraa/article/view/22679.

Pengetahuan mahasiswa tentang keberagaman dan kebinekaan 45% dari seluruh mahasiswa STKIP Darussalam Cilacap belum secara benar mengetahui tentang nilai keberagaman budaya Pajar Purnomo, ̳Pengembangan Buletin Kampus Bermuatan Nilai Kebhinekaan Pancasila Untuk Menangkal Radikalisme Pada Mahasiswa STKIP Darussalam Cilacap‘, Lingua 13, no. 2 (2017): 149.

Profil Program Studi Tadris IPS IAIN Ponorogo, (Ponorogo: IAIN Ponorogo press), 1.

Rizal Wahyu Bagas Pradana, Menumbuhkan Karakter Peserta Didik melalui Pendidikan Multikultural Pada Pembelajaran Seni Budaya, Proceedings of The ICECRS, Volume 1 No 3 (2018), 97-98.

Syamsul Arifin, Desain Pembelajaran & Penyusunan RPS Pendidikan Tinggi BlendedLearning, (Jakarta:Ristekdikti), 10

Published
2019-11-26
How to Cite
Arisona, R. (2019). Pendidikan Multikultural pada Mata Kuliah Konsep Dasar Ips Sebagai Upaya Pencegahan Sikap Radikalisme Mahasiswa Tadris Ips Iain Ponorogo. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 3(1), 73-80. Retrieved from http://proceedings.kopertais4.or.id/index.php/ancoms/article/view/221
Section
Articles