Dzikir Manaqib: Moderasi Islam di Tengah Masyarakat Multikultural

  • Muhammad Ainul Yaqin Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qodiri Jember
Keywords: Dzikir manâqib, moderasi Islam, Multikultural

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak keanegaraman baik aspek budaya, agama, suku, bahasa yang bangsa ini miliki. Bangsa ini, bangsa yang besar yang memiliki kekuatan di masyarakatnya. Kekuatan itu salah satunya masyarakatnya yang multikultural. Dari multikultural ini, model perubahan pola hidup sebagian besar masyarakat, akibat nistapa psikologi, kekeringan karakter, spiritual dan problematika hidup yang terus meresahkan mereka. Dzikir semakin di minati sebagai kebutuhan dasar dan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat, baik itu aspek materiaistik dan bahkan hedonisme. Di tanah air, fenomena kebangkitan dzikir manâqib juga terlihat semarak, hal ini ditunjukkan oleh fakta bahwa sejumlah even dzikir manâqib dan tabligh yang di gelar diberbagai tempat selalu di banjiri ratusan bahkan ribuan umat dari berbagai bahasa, agama, kelas, status sosial, daerah dan kalangan.

Kehadiran moderasi Islam diharapkan dapat memberikan solusi dengan karakter atau prinsip-prinsip cara beragama yang ditawarkan menjadi solusi. Moderasi Islam tidak berarti bahwa posisi netral yang abu-au sebagaimana yang sering dialamatkan kepada term tersebut, tidak juga berarti bahwa moderasi Islam diidentikan dengan paradigma Barat yang cenderung memperjuangkan bahkan membuka kebebasan yang kebablasan. Akan tetapi moderasi Islam yang dimaksud adalah nilai-nilai universal seperti keadilan, persamaan, kerahmatan, keseimbangan yang dimiliki oleh agama Islam yang memiliki akar sejarah yang kuat dalam tradisi Nabi dan Sahabat. Moderasi Islam seperti itu kemudian dapat dijumpai dalam setiap disiplin keilmuan Islam, mulai dari perspektif aqidah Islam, pemikiran Islam dan moderat tasawuf.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Muhammad Ainul Yaqin, Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qodiri Jember

References

Abu As-Sa’ud, Salah. (2004). Al-Mu’tazilah; Nasyatuhu, Firoquhum, Arauhum al-Fikriyah, Al-Jazirah: Maktabah al-Nafidzah.

Alwi Shihab. (1999). Islam Inklusif, Bandung: Mizan.

Afifuddin Harisah. (2012). Islam: Ekslusivisme atau Inklusivisme? Menemukan Teologi Islam Moderat dalam Konstruksi Islam Moderat, Yogyakarta: ICCAT Press.

Audah, Ali, Ali bin Abi Thalib

Al-Kadzim, Musa. (2004). Memahami Kecenderungan Sufi Kota, Bandung: Topika Raya Press

Cristhi, Moinuddin. (2003). Perkembangan Tarekat dan Pola Hidup Sufi di Dunia Barat, terj. Colid Abbadi Yogyakarta: Pustaka Bakti Wakaf, 2003.

Darlis, Peran Pesantren As’adiyah dalam Membangun Moderasi Islam di Tanah Bugis, Al-Misbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 12 No. 1 Januari-Juni 2017. Diakses di Google Scholer www.almisbah:jurnalimudakwahdankomunikasi pada 17 Maret 2018.

Gunawan, Ketut dan Rante, Yohanes, Manajemen Konflik Atasi dampak Masyarakat Multikultural di Indonesia, Jurnal Mitra Ekonomi dan Manajemen Bisnis, Vol. 2, No. 2 Oktober 2011. Lihat juga Darlis, Mengusung Moderasi Islam di Tengah Masyarakat Multikultural, Jurnal Rustan Fikr Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu Sulawesi Tengah, Vol. 13, No.2 Desember 2017. Di akses di URL www.jurnalrustanfiksr/iainpalu.ac.id pada tanggal 02 Maret 2018.

Sambutan PM Australia Malcolm Turnbull, saat bertemu para pelajar yang tergabung dalam Outstanding Youth for The Word (OYTW) di Exhibiton Hall, Internasional Convention Centre, Sydney pada Sabtu 17 Maret 2018. Diakses www.sekretariat.kabinet.go.id

Zain, Hefni. 2007. Mutiara di Tengah Samudra Biografi, Pemikiran dan Perjuangan KH. Ach. Muzakki Syah, Surabaya: eLKAF.

Sukhit. 2002. Gerakan Tarekat dan Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani di Indonesia, Jakarta: Pustaka Firdaus.

Syuk’ah, Mustafa, Al-Islam bila Madzahib.

Qs. Al-Maidhah, 12.

Qs. Al-Kahfi, 97.

Qs. Qaf, 36.

Qs. Al-Baqarah, 143.

Published
2018-04-22
How to Cite
Yaqin, M. (2018). Dzikir Manaqib: Moderasi Islam di Tengah Masyarakat Multikultural. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, (Series 2), 949-958. Retrieved from http://proceedings.kopertais4.or.id/index.php/ancoms/article/view/195