Inkonsistensi Hukum

Penerapan Hukuman Cambuk Terhadap Non-Muslim di Aceh

  • Syamsul Bahri Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama Aceh
Keywords: Whip, Non-muslim, Qanun Aceh No. 6 on jinayah law.

Abstract

Since validly enacted Qanun Aceh No.6 on Jinayah Law 2014, there have been three convicted non-Muslims convicted in public. This article will analyze the whipping sentences against non-mulism listed in the qanun. This study is based on the textual qanun and compares with other legislation, such as Law No. 11 of 2006 on the Government of Aceh (Undang-Undang No. 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh), and Law No. 44 of 1999 on the Implementation of Special Features of Aceh Province (Undang-undang No. 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Propinsi Daerah Istimewa Aceh). The results of the study indicate that the articles related to the caning of non-Muslims in Aceh Qanun No. 6, there is still a multi-interpretive gap, and is controversial, especially when compared to Article 126 paragraphs (1) and (2), section 127 paragraph (2), Law No. 11 of 2006, and Law No.44 of 1999. After examining the points of the article, one legal product with the other appears inconsistent. Besides, it is not appropriate for non-Muslims to be punished, given that the caning is derived from the normativity of Islam, which is different from non-Muslim religion.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Syamsul Bahri, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama Aceh

References

Affan Ramli, Merajam Dalil Syariat, Banda Aceh: Bandar Publishing, 2010 Muhammad Yani, Pelaksanaan Hukum Jinayat di Aceh; dalam Perspektif Fiqh dan HAM, (Jakarta: Ciputat, Isdar Press, 2011

Alyasa’ Abu Bakar, 2008. Penerapan Syariat Islam di Aceh: Upaya Penyusunan Fiqih dalam Negara Bangsa, Dinas Syariat Islam NAD.

A. Rani Usman, 2009. Etnis Cina Perantauan di Aceh, (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Abdullah Ahmed an-Naim, 1997. Dekonstruksi Syariah, (terj) Ahmed Suedy & Amirruddin Arrani, Cet.2, Yogyakarta:Lkis.

-------------- 1996. Dekonstruksi Syariah (II), Kritik Konsep, dan Penjelajahan lain, (terj) Farid Wajidi, Yogyakarta: Lkis

Dinas Syari’at Islam Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, 2005. Himpunan Undang-undang, Keputusan Presiden, Peraturan Daerah/Qanun, Instruksi Gubernur dan Surat Edaran Gubernur Berkaitan dengan Pelaksanaan Syari’at Islam, Banda Aceh: Dinas Syari’at Islam Propinsi NAD.

Danial, “Qanun Jinayah Aceh dan Perlindungan HAM: Kajian Yuridis-Filosofis, Jurnal al-Manahij, Vol VI, No. 1, Januari 2012.

-------------- “Syari’at Islam dan Pluralitas Sosial (Studi tentang Minoritas Non-Muslim dalam Qanun Syari’at Islam di Aceh), dalam jurnal Analisis, Volume XII, Nomor 1, Juni 2012.

Muhammad Sahlan dalam Jurnal Substantia, Vol.16, No. 1, April 2014, “Pola Interaksi Interkomunal Umat Beragama di Kota Banda Aceh.”

Mashood A. Badherin, 2010. Hukum International, Hak Asasi Manusia & Hukum Islam (terj). Musa Kadzim dan Edwin Arifin, Cet.2, Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

Syahrizal, dkk, 2011. Dimensi Pemikiran Hukum dalam Implementasi Syariat Islam di Aceh, Dinas Syariat Islam NAD.

Perundang-undangan:

Undang-undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Propinsi Daerah Istimewa Aceh

Qanun Aceh Tahun 2009 Tentang Hukum Jinayah

Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayah.

Undang-undang No. 11 tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh.

Media berita:

Serambi Indonesia: “Cambuk Sesuai Qanun Jinayat” http://aceh.tribunnews.com/2016/04/15/cambuk-sesuai-qanun-jinayat .

“Terlibat Perjudian Pemeluk Budha Ini Memilih Dihukum Syariat Cambuk” http://aceh.tribunnews.com/2017/03/10/terlibat-perjudian-pemeluk-budha-ini-memilih-dihukum-syriat-cambuk

Kompas: “Menjual Miras, Wanita Berusia 60 Tahun Dihukum Cambuk 28 Kali” d http://regional.kompas.com/read/2016/04/12/13280461/Menjual.Miras.Wanita.Berusia.60.Tahun.Dihukum.Cambuk.28.Kali

BBC: “Cambuk pertama atas non-Muslim di Aceh, tak sesuai dengan syariat” http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160413_trensosial_cambuk_nonmuslim

Tempo: “Tukang Sabung Ayam Ini di Aceh Dihukum Cambuk” di akses di https://nasional.tempo.co/read/854962/tukang-sabung-ayam-ini-di-aceh-dihukum-cambuk

New Straits Times: Two Buddhists in Aceh caned under shariah law” https://www.nst.com.my/news/2017/03/219613/two-buddhists-aceh-caned-under-shariah-law.

Vice Media: “Dihukum Cambuk Sesuai Syariat Islam?” https://www.vice.com/id_id/article/d7edbq/kenapa-nonmuslim-di-aceh-kembali-dihukum-cambuk-sesuai-syariat-islam

Published
2018-04-22
How to Cite
Bahri, S. (2018). Inkonsistensi Hukum. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, (Series 2), 866-878. Retrieved from http://proceedings.kopertais4.or.id/index.php/ancoms/article/view/187