Strategi Adaptasi Minoritas Muslim Dengan Budaya Lokal di Wilayah Suku Tengger Kabupaten Pasuruan

  • Ahmad Marzuki Universitas Yudharta Pasuruan
Keywords: Adaptasi, Minoritas Muslim, Budaya Lokal, Suku Tengger

Abstract

Masyarakat suku tengger  yang bermukim di kaki gunung Bromo dengan segala distingsinya mampu menyita perhatian dari berbagai pihak, baik dari kalangan pribumi atau bahkan luar negeri. Hal ini tidak lepas dari budaya lokal masyarakat tengger yang tetap bertahan dan berkembang dengan warna-warni budaya sebagai identitas kepribadian mereka. Ragam upacara adat atau budaya lokal yang berkembang di wilayah suku Tengger sering kali menimbulkan dilema bagi minoritas muslim yang hidup di daerah ini. Apakah tradisi-tradisi ini membawa kepada kesyirikan karena menyajikan sesajen pada roh para leluhur yang artinya mempercayai adanya kekuasaan selain Allah. Selain itu juga pada pelaksanaanya lebih banyak menggunakan unsur budaya Hindu Mahayana. Maka disinilah minoritas Muslim diharuskan bersikap selektif dan berpengetahuan luas. Minoritas Muslim harus benar-benar melihat dengan jeli sisi lain dari budaya yang ada dari berbagai perspektif Islam, bersikap cerdas dalam melihat situasi kondisi masyarakat yang berbudaya sehingga tidak mudah menyalahkan atau menganggap sesuatu bernilai negatif, seperti penilaian terhadap suatu budaya itu adalah bid’ah.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Ahmad Marzuki, Universitas Yudharta Pasuruan

References

Amos Hawley, Theory of Community Structure, (New York: The Ronland Press Company, 1950),

Aplikasi Q.r'an Kemenag, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Kemenag RI, 2016.

Amri Marzali. Strategi Peisan Cikalong dalam Menghadapi Kemiskinan. (Jakarta: Penerbit Yayasan Obor Indonesia. 2003).

Ayu Sutarto, Sekilas Tentang Masyarakat Suku Tengger, Makalah disampaikan pada acara pembekalan Jelajah Budaya 2006 yang diselenggarakan oleh Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta, tanggal 7-10 Agustus 2006.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Pasuruan Dalam Angka (KDA) 2014.

Dewan Redaksi Ensiklopedi. Ensiklopedi Islam. (Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve. 1994) Cetakan Keempat. Jilid 3.

Dewi Wulansari, Sosiologi Konsep dan Teori, (Bandung: PT. Refika Aditama, 2009).

Elwell, Franj W, The classical Tradition: Malthus, Marx, Weber & Durkheim. (Rogers State University; 2005).

Emilio F. Moran. Human Adaptability; An Introduction to Ecological Anthropology. (Boulder, Colorado: Westview Press. 1982).

Fahim Tharaba, Moh. Padil, Sosiologi Pendidikan Islam; Realitas Sosial Umat Islam, (Malang; Dream Litera, 2015).

Keraf, S. A., Etika Lingkungan, (Jakarta: Pn. Buku Kompas, 2002).

Koentjaraningrat, Sejarah Teori Antropologi I, (Jakarta: UI-PRESS, 1987).

Masdar Hilmy, “Induktivisme Sebagai Basis Pengembangan Ilmu Pengetahuan Dalam Islam”, Jurnal Studi Keislaman Volume 17 Nomor 1 (Juni) 2013.

………………, Islam and Javanese Acculturation: Textual and Contextual Analysis of The Slametan Ritual, (Canada: McGill University Montreal, 1999).

Muhammad Rifa’i, Sosiologi Pendidikan Struktur & Interaksi Sosial di Dalam Institusi Pendidikan, (Jogjakarta: AR-Ruzz Media, 2011).

Robert, K. Merton. Social Structure and Anomie. American Sociological Review, Volume 3, Issue 5 (Oct., 1938).

Published
2018-04-22
How to Cite
Marzuki, A. (2018). Strategi Adaptasi Minoritas Muslim Dengan Budaya Lokal di Wilayah Suku Tengger Kabupaten Pasuruan. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, (Series 1), 261-270. Retrieved from http://proceedings.kopertais4.or.id/index.php/ancoms/article/view/128